Program

Published on July 6th, 2015 | by redaksi

0

Bandung Akan Punya 140 Mesin e-Parkir Tambahan

BANDUNGJUARA – Setelah percontohan e-parkir di Jalan Braga dinilai efektif, Pemerintah Kota Bandung akan memasang 140 mesin parkir baru, di 40 titik ruas jalan Kota Bandung. Perusahaan asal Swedia terpilih sebagai pemenang lelang dalam proyek tersebut.

“Sudah ada pemenang lelangnya. Sekitar 140 mesin seperti di Jalan Braga akan dipasang oleh pemenang lelang,” kata Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Sabtu (4/6/2014).

Sebelumnya mesin e-parking ini hanya ada di Jalan Braaga sebagai uji coba. Pemasangan 4 unit mesin sebelumnya dilakukan pada 2013 lalu. Dengan mesin e-parking ini, masyarakat cukup membayar dengan memasukan koin ke dalam mesin parkir. Uang koin dimasukan ke dalam mesin sesuai dengan lamanya parkir yang tercantum dari resi yang keluar dari mesin. Untuk saat ini juru parkir masih ditempatkan di lokasi untuk memandu para pengguna kendaraan.

Menurut pria yang akrab disapa Emil tersebut, ke depan mesin tersebut akan ditambahkan software yang terkoneksi dengan Bandung Command Center.

“Nanti akan ditambah software, jadi setiap pemasukan uang di mesin itu ketahuan di Bandung Comand Center setiap hari. Kalau lancar akan kita pasang untuk seluruh wilayah Bandung,” ucap Emil.

Ditemui terpisah Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Ricky EM Gustiadi membenarkan jika tahun ini akan dipasang sekitar 140 mesin parkir baru di 40 titik ruas jalan Kota Bandung. Di antaranya yakni di Jalan Otto Iskandar Dinata, Astana Anyar, Cibadak, dan lainnya.

“Sudah ada pemenangnya itu dari Swedia. Tapi nama perusahaanya saya lupa,” kata Ricky.

Ia menjelaskan, proses lelang memang telah dilakukan sejak lama. Polanya nanti dengan pola investasi. Nanti pemenang lelang mengelola seluruh mesin parkir yang ada. Kemudian pendapatannya disetorkan ke pemerintah, dan pemerintah membayar pengelola atau pemenang lelang sesuai dengan hasil kerjanya.

“Kontraknya sedang di bahas. Tapi nanti gambarannya seperti di Jakarta, bedanya ini di pinggir jalan. Semua nanti masuk ke kas daerah, swasta dibayar dengan PAD sesuai target kinerjanya,” ujar Ricky.

Ke depan, lanjut Ricky, pihaknya akan mengubah sistem pembayaran parkir dengan sistem uang elektronik. “Kalau mesin yang di Braga itu kan pakai koin, nanti jadi e money. Sedang kita pikirkan caranya, supaya berjalan lancar,” terangnya.

Ricky mengakui uji coba mesin parkir di Braga cukup efektif menaikan pendapatan asli daerah pada sektor pajak parkir. Tahun ini pihaknya ditargetkan pendapatan parkir sebesar Rp 5 miliar. Tahun lalu targetnya tidak tercapai hanya tercapai 90 persen.

“Cukup efektif. Mesin parkir ini bisa meningkatkan PAD dari sektor Diterapkannya mesin tiket parkir akan meningktkan PAD. Diharapkan masyarakat juga bisa beradaptasi dengan mesin ini,” tandasnya.(avi/avi)

sumber: detik

Tags:

#Bandung
,
#parkir


About the Author



Back to Top ↑


  • ahok angkot Bandung bandung juara denda dishub bandung emil Konferensi Asia Afrika oded pelajar pemkot pemkot bandung persib pkl ridwan kamil sampah satpol pp sekolah siswa smart city taman taman tematik walikota
  • Foto Seputar Bandung

  • Bandung Facebook



  • daftar apartemen gratis