Berita

Published on July 2nd, 2015 | by redaksi

0

Ridwan Kamil Ingatkan Warga Mampu Tidak Pakai SKTM

BANDUNGJUARA – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menduga adanya praktik kecurangan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Bandung. Hal itu didapat dari manipulasi data Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Pria yang karib disapa Emil ini mengatakan, SKTM disinyalir menjadi senjata ampuh untuk bisa diterima di sekolah yang diinginkan. Padahal banyak di antara warga yang mengajukan SKTM tergolong mampu secara ekonomi.

Guna menyelidiki kecurangan, dia meminta agar Dinas Pendidikan Kota Bandung bekerja sama dengan pihak kepolisian mengungkap dugaan pemalsuan data SKTM. Caranya dengan mengecek langsung ke lapangan.

“Polisi sudah bergerak, para kapolsek sudah ke sekolah-sekolah. Itu tahap satu, meminta data SKTM yang diduga dimanfaatkan oleh orang-orang mapan yang mengaku miskin yang tidak semestinya,” kata Emil di Balai Kota Jalan Wastukancana Kota Bandung, Rabu (1/7/2015).

Adanya penyelidikan tersebut, kata dia, membuat sedikitnya 1.000 pendaftar yang masuk ke jenjang SMA dan SMK langsung mengundurkan diri. Dia memberikan tenggat waktu hingga Jumat (3/7/2015) kepada mereka yang merasa mampu namun menyalahgunakan SKTM untuk mengundurkan diri.

“Kita akan berikan waktu sampai Jumat. Kalau mereka yang mapan ngaku miskin tidak mengundurkan diri, maka polisi akan door to door ke setiap rumah. Kalau ditemukan, orangtuanya kita proses ke jalur hukum. Kalau langsung mengundurkan diri, kita tidak akan proses,” tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sugiapermana membenarkan, sudah banyak pendaftar yang telah mengundurkan diri. Namun pihaknya belum dapat memastikan jumlahnya, apakah mencapai 1.000 orang seperti diungkap Ridwan Kamil.

“Laporan sementara sudah ada beberapa yang mengundurkan diri. Tapi belum ke angka pasti, kita baru perkiraan di lapangan. Mudah-mudahan hari ini akan dapat data yang lebih akurat,” kata Elih.

Dia mengungkapkan, sebab pasti pengunduran diri belum diketahui secara jelas. Namun yang pasti pihaknya telah menginstruksikan kepada setiap sekolah, agar warga yang mampu secara ekonomi segera mengundurkan diri dan disarankan melakukan pendaftaran melalui jalur akademis.

“Kalau yang merasa tidak haknya di SKTM, baiknya mengundurkan diri. Imbauan sudah berjalan SMA dan SMK. Nah, kita lihat besok dari sisi pendaftaran. Yang tidak mendaftar itu kan berarti tidak memgunakan manfaat SKTM,” ucapnya.‬

Elih menegaskan, akan ada sanksi administratif jika di lapangan ditemukan adanya oknum guru atau lainnya yang terlibat. “Kalau ada guru atau rengrengan dinas pendidikan yang terlibat, ya tentu perintahnya lakukan tindakan administratif yang seberat-beratnya. Kita akan serius untuk itu,” tambah

Sementara itu, Kappolrestabes Bandung Kombes Pol Angesta Romano Yoyol mengungkapkan, setelah mendapatkan data, pihaknya akan langsung terjun ke lapangan dengan memeriksa langsung ke rumah-rumah pengaju SKTM.

“Nanti kita akan cek langsung ke rumahnya. Ada kriteria tidak mampu seperti apa. Kalau memiliki mobil, bangunan rumah permanen, pekerjaan menetap, punya motor dua, itu kan bukan orang tidak mampu,” kata Yoyol.

Jika ditemukan ada yang menyalahgunakan SKTM, mereka akan ditindak dengan dasar hukum pasal 263 KUHPidana tentang pemalsuan dokumen.

“Aparat RT/RW yang memberikan pengantar akan kita periksa apakah ada keterlibatan atau tidak. Begitu juga dengan lurah yang menerima dan menerbitkan SKTM, kita juga akan cari tahu apakah lurah melakukan pengecekan atau tidak kepada warga yang mengajukan,” tambah dia. [hus]

sumber: inilah

Tags:

#sekolah
,
#sktm


About the Author



Back to Top ↑


  • ahok angkot Bandung bandung juara denda dishub bandung emil Konferensi Asia Afrika oded pelajar pemkot pemkot bandung persib pkl ridwan kamil sampah satpol pp sekolah siswa smart city taman taman tematik walikota
  • Foto Seputar Bandung

  • Bandung Facebook



  • daftar apartemen gratis