Berita

Published on April 22nd, 2015 | by redaksi

0

Asia Africa Smart City Summit Diadakan Di Bandung

BANDUNGJUARA – Asia Africa Smart City Summit (AASCS) 2015 merupakan pertemuan pertama tingkat pemerintahan kota yang diadakan di Asia Afrika.

Pertemuan yang akan dihadiri oleh perwakilan pemerintah tingkat kota, akademisi dan pelaku industri ini, digagas Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Melalui AASCS, kota-kota Asia Afrika akan berkolaborasi dan belajar satu sama lain untuk memecahkan masalah yang dihadapi terkait pemasalahan lingkungan, permukiman, energi serta transportasi bersama-sama. AASCS bakal digelar selama dua hari terhitung mulai 22 April hingga 23 April.

“Dinamika persoalan masyarakat Asia Afrika telah bergeser dari persoalan neokolonialisme ke persoalan peradaban kehidupan urbanisme yang menyebabkan ketidaknyamanan. AASCS hadir untuk mencerdaskan komunitas Asia Afrika,” kata General Chairman AASCS Suhono H Supangkat di kawasan Jalan Gatot Subroto Kota Bandung, Selasa (21/4/2015).

Selain bertujuan berbagi pengetahuan di antara negara-negara Asia Afrika dalam memahami persoalan kota, menurutnya AASCS bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah regional serta meningkatkan kerja sama dan kolaborasi di antara bangsa-bangsa kawasan selatan untuk mengembangkan kemajuan peradaban.

Dia menambahkan, negara-negara di kawasan Asia Afrika memiliki masalah yang sama, terutama yang disebabkan oleh kelebihan populasi, permasalah lingkungan yang menyebabkan polusi, kekurangan energi, minimnya perumahan dan tempat tinggal yang layak serta ketersediaan transportasi publik yang buruk.

Maka, penyelenggaraan KAA ke-60 menjadi momen tepat untuk menyatukan komitmen dan semangat mewujudkan kota cerdas.

“Bandung telah memulai proses transformasi menuju kota cerdas. Dimulai dibangunnya Bandung Command Center, sebuah pusat pengawasan realtime Kota Bandung hingga dilantiknya Dewan Pengembangan Kota Cerdas yang bertugas mengarahkan dan memantau rencana pengembangan Bandung Kota Cerdas,” ucapnya.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengemukakan, Bandung Smart City merupakan konsep kota berbasis teknologi yang diintegritaskan pada pelayanan publik untuk mencerdaskan warga dan kotanya.

Menurutnya gagasan smart city yang pertama dilakukan Kota Bandung, merupakan sebuah gagasan yang bisa direalisasikan pemerintah di tingkat nasional.

“Kota Bandung dapat menjadi inspirasi bagi kota-kota lain di Indonesia dan bukan tidak mungkin akan ada ratusan kabupaten/kota yang akan menggunakan metode yang sama. Intinya semua aspek kehidupan di kota ini, akan dikontrol, diobservasi dan dikoneksikan dengan teknologi,” kata pria yang karib disapa Emil itu.

Menurut Emil, kegiatan ini mendapat respons begitu besar dan akan dihadiri oleh perwakilan pemerintah kota-kota di negara-negara Asia Afrika, para pelaku industri, kalangan pendidikan, dan akademisi serta pihak-pihak lain yang memiliki kepedulian di bidang kota cerdas.

Tercatat, 449 orang akan hadir sebagai peserta yang di antaranya akan hadir adalah tujuh wali kota dari dalam negeri dan sembilan wali kota dari negara-negara Asia Afrika.

“Alhamdulillah luar biasa antusiasnya dan yang paling istimewa Perdana Menteri Mesir akan hadir. Artinya bagi mereka, isunya sangat relevan,” tandas dia.

Wali kota luar negeri yang telah memastikan hadir adalah Wali Kota Victoria Seychelles Afrika Mrs Jacqueline Moustache Belle, Wali Kota Rawaldi Palestina Mr Majed JA Abdulfattah, dan Wali Kota Lusaka Zambia Mr George Nyedwa. [hus]

sumber: inilah

Tags:

, ,
#smartcity


About the Author



Back to Top ↑


  • ahok angkot Bandung bandung juara denda dishub bandung emil Konferensi Asia Afrika oded pelajar pemkot pemkot bandung persib pkl ridwan kamil sampah satpol pp sekolah siswa smart city taman taman tematik walikota
  • Foto Seputar Bandung

  • Bandung Facebook



  • daftar apartemen gratis